Kanopi Aviary
Jalak Bali
Burung endemik Bali yang pernah tersisa kurang dari sepuluh ekor di alam liar, dan kini pelan pelan kembali.

Bertengger, Jalak Bali
Kanopi AviaryKritis
Leucopsar rothschildi
Pada awal tahun 2000 an, jalak bali di alam liar diperkirakan tinggal kurang dari sepuluh ekor. Bulu putih bersih dan pelupuk biru cerahnya justru menjadi alasan kenapa burung ini diburu untuk perdagangan.
Pemulihannya hampir seluruhnya bertumpu pada penangkaran. Wanantara mengelola satu unit penangkaran jalak bali di Wana Rescue, dan burung hasil penangkaran dikirim ke program pelepasliaran di Bali Barat.
Di Kanopi Aviary kamu bisa melihatnya terbang bebas di antara pengunjung, tanpa kaca pemisah. Jalak bali termasuk burung yang cepat terbiasa dengan manusia yang tenang.
Catatan jujur. Di aviary, jangan mengejar burung untuk foto. Kalau kamu diam dan tenang, biasanya justru mereka yang mendekat.
Ringkasan lapangan
Data singkat
| Asal | Bali bagian barat |
| Ukuran | Panjang sekitar 25 sentimeter |
| Pakan | Serangga, buah lunak, cacing, pelet burung |
| Jam aktif | Sepanjang pagi, paling berisik 07.30 sampai 09.00 WIB |
| Status | Kritis, menurut daftar merah IUCN |
| Zona | Kanopi Aviary, Walk through, pengunjung masuk ke dalam |
Empat hal yang jarang diketahui
Fakta
Geser untuk melihat fakta lainnya.
EndemikHanya Bali bagian barat
Titik terendahKurang dari 10 ekor di alam liar
Ciri khasPelupuk biru cerah tanpa bulu
Di Wanantara11 individu, 4 pasangan penangkaran
Satwa lain
Semua SatwaMasih di zona yang sama
Rangkong BadakBuceros rhinocerosBurung yang menanam hutan. Satu individu bisa menyebar ribuan biji dalam setahun, dan ia adalah wajah logo Wanantara.Kanopi AviaryRentan
Kakatua Jambul KuningCacatua sulphureaBurung cerdas yang populasinya jatuh bukan karena hutannya hilang, tetapi karena terlalu banyak yang ditangkap.Kanopi AviaryKritis
