Kanopi Aviary
Kakatua Jambul Kuning
Burung cerdas yang populasinya jatuh bukan karena hutannya hilang, tetapi karena terlalu banyak yang ditangkap.

Jambul terangkat, Kakatua Jambul Kuning
Kanopi AviaryKritis
Cacatua sulphurea
Penyebab utama anjloknya kakatua jambul kuning bukan kerusakan hutan, melainkan penangkapan untuk perdagangan burung peliharaan. Di beberapa pulau populasinya turun lebih dari delapan puluh persen dalam beberapa dekade.
Sebagian besar kakatua di Wanantara adalah satwa sitaan, bukan hasil penangkaran. Beberapa datang dengan bulu rusak karena stres dan butuh waktu lama untuk pulih.
Kakatua sangat cerdas dan mudah bosan. Keeper mengganti mainan dan susunan tenggeran setiap pekan, dan sebagian pakan selalu disembunyikan supaya mereka harus mencari.
Catatan jujur. Sebagian kakatua di sini punya bulu yang tidak rapi. Itu bekas stres sebelum disita, bukan tanda mereka sakit sekarang.
Ringkasan lapangan
Data singkat
| Asal | Nusa Tenggara, Sulawesi, Masakambing |
| Ukuran | Panjang sekitar 35 sentimeter |
| Pakan | Biji bijian, kacang, buah, pucuk daun |
| Jam aktif | Ramai pagi dan menjelang sore |
| Status | Kritis, menurut daftar merah IUCN |
| Zona | Kanopi Aviary, Walk through, pengunjung masuk ke dalam |
Empat hal yang jarang diketahui
Fakta
Geser untuk melihat fakta lainnya.
Ancaman utamaPenangkapan untuk peliharaan
JambulTerangkat saat kaget atau bersemangat
UsiaBisa lebih dari 50 tahun
Di Wanantara7 individu, mayoritas satwa sitaan
Satwa lain
Semua SatwaMasih di zona yang sama
Jalak BaliLeucopsar rothschildiBurung endemik Bali yang pernah tersisa kurang dari sepuluh ekor di alam liar, dan kini pelan pelan kembali.Kanopi AviaryKritis
Rangkong BadakBuceros rhinocerosBurung yang menanam hutan. Satu individu bisa menyebar ribuan biji dalam setahun, dan ia adalah wajah logo Wanantara.Kanopi AviaryRentan
