Wanantara Senja, night zoo setiap Sabtu, 17.00 sampai 21.00 WIB.
Kanopi Aviary

Kakatua Jambul Kuning

Burung cerdas yang populasinya jatuh bukan karena hutannya hilang, tetapi karena terlalu banyak yang ditangkap.

Kanopi AviaryKritis

Cacatua sulphurea

Penyebab utama anjloknya kakatua jambul kuning bukan kerusakan hutan, melainkan penangkapan untuk perdagangan burung peliharaan. Di beberapa pulau populasinya turun lebih dari delapan puluh persen dalam beberapa dekade.

Sebagian besar kakatua di Wanantara adalah satwa sitaan, bukan hasil penangkaran. Beberapa datang dengan bulu rusak karena stres dan butuh waktu lama untuk pulih.

Kakatua sangat cerdas dan mudah bosan. Keeper mengganti mainan dan susunan tenggeran setiap pekan, dan sebagian pakan selalu disembunyikan supaya mereka harus mencari.

Catatan jujur. Sebagian kakatua di sini punya bulu yang tidak rapi. Itu bekas stres sebelum disita, bukan tanda mereka sakit sekarang.
Ringkasan lapangan

Data singkat

Data ringkas Kakatua Jambul Kuning
AsalNusa Tenggara, Sulawesi, Masakambing
UkuranPanjang sekitar 35 sentimeter
PakanBiji bijian, kacang, buah, pucuk daun
Jam aktifRamai pagi dan menjelang sore
StatusKritis, menurut daftar merah IUCN
ZonaKanopi Aviary, Walk through, pengunjung masuk ke dalam
Empat hal yang jarang diketahui

Fakta

Geser untuk melihat fakta lainnya.

Ancaman utamaPenangkapan untuk peliharaan
JambulTerangkat saat kaget atau bersemangat
UsiaBisa lebih dari 50 tahun
Di Wanantara7 individu, mayoritas satwa sitaan
Chat Kami