Wanantara Senja, night zoo setiap Sabtu, 17.00 sampai 21.00 WIB.
Tentang kami

Dua puluh empat hektar di kaki Gunung Salak

Taman satwa dan pusat konservasi 24 hektar di kaki Gunung Salak, Bogor. Lebih dari 180 spesies dalam habitat naturalistik tanpa jeruji, dengan lebih dari separuhnya satwa asli Indonesia.

Pemandangan kawasan Wanantara dari udara dengan latar Gunung Salak
Kenapa ada

Kebun binatang yang baik tidak menyembunyikan pekerjaannya

Wanantara berdiri di lahan bekas kebun campuran yang direhabilitasi selama tiga tahun sebelum satu ekor satwa pun masuk. Itu keputusan yang mahal dan lambat, tapi tanpa vegetasi yang benar benar tumbuh, habitat naturalistik hanya jadi istilah pemasaran.

Nama Wanantara berasal dari wana, hutan, dan Nusantara. Hutan Nusantara. Itu menjelaskan posisinya dalam satu kata, koleksi kami berpihak pada satwa asli Indonesia.

Yang membedakan kami bukan jumlah spesies, tapi bahwa pekerjaan konservasinya bisa dilihat. Wana Rescue punya jendela pengamatan publik ke klinik dan koridor karantina, keeper bekerja di area terbuka, dan setiap tahun kami menerbitkan apa yang dibiayai tiket, termasuk target yang meleset.

2011Lahan 24 hektar bekas kebun campuran di kaki Gunung Salak dibeli dan direhabilitasi selama tiga tahun.
2014Wanantara dibuka dengan empat zona dan 62 spesies, seluruhnya tanpa jeruji besi sejak hari pertama.
2017Wana Rescue berdiri, klinik pertama dengan jendela pengamatan publik di taman satwa Indonesia.
2019Program penangkaran jalak bali dimulai bersama mitra di Bali Barat.
2022Kanopi Aviary walk through selesai, kubah jaring 22 meter dengan jembatan kanopi.
2025Zona Wallacea direnovasi penuh, koleksi mencapai lebih dari 180 spesies.
Empat prinsip

Yang tidak kami tawar

Geser untuk membaca prinsip lainnya.

Tanpa jeruji, sejak hari pertamaKaca, parit, dan tanaman rapatLebih mahal di awal dan jauh lebih repot dirawat, tapi itu satu satunya cara membuat ruang yang bekerja untuk satwanya, bukan hanya untuk pengunjung.
Satwa endemik lebih duluLebih dari separuh koleksiKalau sebuah spesies asli Indonesia butuh tempat, ia mendapat prioritas dibanding spesies populer dari benua lain.
Konservasi yang bisa dilihatJendela pengamatan publikKlinik dan karantina kami menghadap jalur pengunjung. Kalau kami menyembunyikan prosesnya, tidak ada alasan untuk dipercaya.
Satwa berhak tidak terlihatArea istirahat tertutup di setiap zonaKami tidak memaksa satwa keluar untuk pengunjung, dan kami menjelaskannya di depan daripada berpura pura semua selalu terlihat.
Tim keeper Wanantara berkumpul untuk pengarahan pagi
Tim

Orang orang yang kamu temui di lapangan

Sebagian besar dari mereka ada di jalur pengunjung setiap hari, bukan di kantor. Kalau kamu punya pertanyaan, tanyakan langsung.

Geser untuk melihat anggota tim lainnya.

Rangga PrasetyoKepala Kurator SatwaDelapan belas tahun di lembaga konservasi, delapan tahun terakhir memimpin desain habitat naturalistik dan program pengayaan.
drh. Yulia AmbarwatiDokter Hewan, Wana RescueMenangani satwa sitaan sejak 2013, fokus pada rehabilitasi perilaku primata dan burung paruh bengkok.
Bagas HermawanKoordinator EdukasiMantan guru biologi SMA. Menyusun seluruh modul field trip Wanantara dari PAUD sampai SMA.
Sari NurhalizaKeeper Senior, Rimba SumatraSepuluh tahun bersama harimau dan orangutan Sumatra, dan orang yang paling sering menjawab pertanyaan sulit di Keeper Talk.

Datang lihat sendiri

Rute Wana Rescue terbuka setiap hari, dan Keeper Talk berjalan tiga kali sehari.

Chat Kami