
Jeruji besi murah, awet, dan mudah dibersihkan. Kami tetap memilih kaca, parit, dan tanaman. Ini alasannya, termasuk bagian yang tidak enak didengar.
Jeruji bekerja, tapi hanya untuk manusia
Jeruji besi menyelesaikan satu masalah dengan sangat baik, yaitu memisahkan satwa dari pengunjung dengan biaya rendah. Masalahnya, jeruji tidak menyelesaikan masalah satwanya sama sekali.
Satwa yang hidup di balik jeruji cenderung mengembangkan perilaku berulang, mondar mandir di jalur yang sama, menggigit besi, atau berdiam di satu sudut sepanjang hari. Dalam catatan kesejahteraan satwa, perilaku itu adalah tanda ruang yang gagal, bukan tanda satwa yang aneh.
Yang kami pakai sebagai gantinya
Kami memakai tiga pembatas utama. Kaca laminasi untuk zona predator, parit air atau parit kering untuk zona berkuku dan primata, dan tali serta tanaman rapat untuk zona yang satwanya tidak berniat menyeberang.
Ketiganya lebih mahal di awal dan jauh lebih repot dirawat. Kaca harus dibersihkan dua kali sehari dan tetap tergores. Parit harus diperiksa tiap pekan. Tanaman pembatas harus ditanam ulang setiap musim kemarau.
Bagian yang tidak enak didengar
Tanpa jeruji, satwa punya lebih banyak tempat bersembunyi. Artinya, ada hari ketika kamu membayar tiket dan tidak melihat harimau sama sekali.
Kami tidak akan mengubah itu. Area istirahat tertutup adalah bagian dari desain, bukan kelalaian. Kalau satwanya memilih tidak terlihat, itu haknya, dan kami memilih menjelaskannya di depan daripada memaksanya keluar.