Rimba Sumatra
Tapir Asia
Satwa berhidung belalai pendek dengan pola hitam putih yang justru membuatnya sulit terlihat di hutan malam.

Potret samping, Tapir Asia
Rimba SumatraGenting
Tapirus indicus
Pola hitam putih tapir terlihat mencolok di siang hari, tetapi di hutan yang diterangi bulan pola itu memecah siluetnya sehingga predator sulit mengenali bentuk tubuhnya. Anak tapir lahir dengan pola belang dan bintik seperti semangka, yang memudar pada usia enam bulan.
Tapir adalah penyebar biji berjarak jauh. Satu individu bisa memindahkan biji sejauh beberapa kilometer, membuatnya penting bagi regenerasi hutan.
Kubangan di area mereka dijaga tetap berlumpur karena berkubang bukan sekadar mendinginkan tubuh, tetapi juga melindungi kulit dari parasit.
Catatan jujur. Tapir aktif menjelang senja. Kalau kamu datang siang, kemungkinan besar kamu akan melihatnya sedang tidur di kubangan.
Ringkasan lapangan
Data singkat
| Asal | Sumatra bagian selatan dan Semenanjung Malaya |
| Ukuran | Panjang 1,8 sampai 2,4 meter, bobot 250 sampai 320 kilogram |
| Pakan | Daun muda, pucuk, buah jatuh, sekitar 30 kilogram per hari |
| Jam aktif | Senja dan malam, siang hari lebih banyak berkubang |
| Status | Genting, menurut daftar merah IUCN |
| Zona | Rimba Sumatra, Hutan hujan dataran rendah |
Empat hal yang jarang diketahui
Fakta
Geser untuk melihat fakta lainnya.
BelalaiGabungan hidung dan bibir atas
AnakLahir belang seperti semangka
Kerabat terdekatBadak dan kuda
Di Wanantara2 individu
Satwa lain
Semua SatwaMasih di zona yang sama
Harimau SumatraPanthera tigris sumatraeSubspesies harimau terkecil yang tersisa di dunia, dan satu satunya yang masih hidup di Indonesia.Rimba SumatraKritis
Orangutan SumatraPongo abeliiKera besar yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon, dan membuat sarang baru hampir setiap malam.Rimba SumatraKritis
